Bukan Bayi, Perempuan Ini Berumur 25 Thn & Berkaki Lemah | Aduayam303.com

Bukan Bayi, Perempuan Ini Berumur 25 Thn & Berkaki Lemah | Aduayam303.com

tangkas uang asli, Bola Tangkas Online, Agen Tangkas Online, Tangkas Online Terpercaya, Tangkasnet android, bandar sabung ayam, sabung ayam online, agen sabung ayam, sabung ayam pisau, agen s128, sabung ayam indonesia, sabung ayam terpercaya
Aduayam303.com – Tubuhnya bisa jadi seperti bayi. Dirinya cuma sanggup berbaring sesudah sepuluh tahun dulu mengalami penyakit aneh. Ke-2 kakinya konsisten berkurang sampai beliau tak sanggup bergerak dari area tidur.

Menonton keadaan Kunti Kumari (25), sang ibu, Tilakwa Devi (60), cuma sanggup menangis & tertekan. Beliau cuma mampu menonton putri bungsunya terbaring di ruang tidur dgn keadaan yg lemah. Kunti bahkan sekian banyak kali cuma menyaksikan ke atas, memandangi atap rumahnya seperti “mayat”.

Seperti diberitakan The Sun, Selasa (5/4/2016), Kunti tinggal di satu buah desa di India. Beliau sudah terbaring di lokasi tidur tatkala delapan thn terakhir. Tubuhnya amat sangat lemah & hidupnya bergantung terhadap ibunya yg menjanda & mesti memenuhi keperluan sehari-hari.

“Dia satu orang perawan normal bersama anggota tubuh yg sehat. Tapi disaat dirinya remaja tulang-tulangnya sejak mulai melemah & sejak itu beliau berjuang utk terjadi. Dengan Cara bertahap dirinya kehilangan seluruhnya kemampuan & kakinya sejak mulai berkurang,” kata Tilakwa.

Menurut kakak Kunti, adiknya itu sudah menjalani operasi buat mengobati kaki kirinya. Tapi sebulan seterusnya, keadaannya justru kian memburuk & dirinya makin kehilangan kebolehan di sekujur tubuhnya.

“Saya sempat merasa lemah & tak sempat sanggup berlari serentak. Diwaktu itu ibu mengambil aku ke dokter utk pengobatan. Spesialis tulang selanjutnya mengoperasi kaki kiri aku, tetapi sesudah satu bln ke-2 kaki aku tak dapat bergerak,” ujarnya.

Miris menonton keadaan Kunti, beraneka ragam pertolongan ditawarkan oleh anggota penduduk. Tidak cuma duit, mereka pun menawari diri buat menciptakan janji dgn dokter spesialis di kota-kota akbar. Ironisnya, keadaan ini benar-benar memberatkan keluarga Kunti.

“Kami belum lumayan menyatukan duit utk perawatan medis yg modern. Bahkan buat makan dua kali sehari yakni pekerjaan berat bagi kami. Namun saat ini dgn pertolongan sekian banyak masyarakat desa kami mengharapkan utk berangkat ke kota & berjumpa dgn dokter,” ujarnya.

Dokter setempat, Dr Satyendra Singh, pada awal mulanya sudah mendapat informasi berkaitan satu orang perempuan di satu buah desa yg mengalami kelemahan otot. Ia yakin Kunti menderita penyakit tulang langka.

“Seperti kasus parah dari Osteogenesis imperfecta, penyakit bawaan langka dikala tulang mulai sejak melemah & keduanya mulai sejak berkurang. Ini bukan penyakit yg akan disembuhkan sepenuhnya. Namun bersama obat-obatan, dirinya bakal diberikan sekian banyak pertolongan,” menurutnya.

Sekarang keluarga Kunti cuma mampu menginginkan perempuan tersebut sanggup mendapat pengobatan selayaknya dari tim medis.

aduayam303

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *