Aduayam303.com | Persenjataan Grup Santoso & Jaringan Teroris Filipina

Aduayam303.com | Persenjataan Grup Santoso & Jaringan Teroris Filipina

 tangkas uang asli, Bola Tangkas Online, Agen Tangkas Online, Tangkas Online Terpercaya, Tangkasnet android, bandar sabung ayam, sabung ayam online, agen sabung ayam, sabung ayam pisau, agen s128, sabung ayam indonesia, sabung ayam terpercaya
Aduayam303.com – 10 Penduduk Negeri Indonesia (WNI) disandera group teroris di Filipina. Hasil penelusuran kepolisian, group teroris di Filipina Anshorut Khilafah bidang dari jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.

“Hubungan bersama kasus penyanderaan 10 WNI di Filipina, yg dilakukan oleh group radikal Filipina, sebahagian besar senjata yg digunakan oleh grup teroris MIT pimpinan Santoso merupakan berasal dari Filipina,” kata Kapolda Sulawesi Selatan & Barat (Sulselbar) Inspektur Jenderal Pudji Hartanto, dalam keterangan tertulisnya, pekan(3/4/2016).

Pudji mengungkapkan, Santoso diduga sudah mengeluarkan duit Rupiah 220 juta buat membeli senjata api ke jaringan teroris di Filipina.

“Total duit yg dikirim Santoso terhadap grup di Filipina utk kepentingan membeli senjata & amunisinya yaitu se besar Rupiah 220 juta,” ucap beliau.

 tangkas uang asli, Bola Tangkas Online, Agen Tangkas Online, Tangkas Online Terpercaya, Tangkasnet android, bandar sabung ayam, sabung ayam online, agen sabung ayam, sabung ayam pisau, agen s128, sabung ayam indonesia, sabung ayam terpercaya

Pudji menuturkan, pembelian senjata api ini dilakukan anak buah Santoso yg telah tertangkap di Manado, Sulawesi Utara, kepada Kamis 28 Mei 2015. “Tersangka berinisial W alias Iron alias F alias U.”

“Dia terlibat membeli & menjemput senjata api, amunisi, granat, magasen dari Filipina buat diboyong & serahkan pada Santoso,” sambung beliau.

Iron pula, menurut Pudji, berperan yang merupakan bendahara duit kas grup Santoso. Dalam perkara keterlibatan bersama grup MIT, beliau meraih vonis Pengadilan Negara Jakarta Timur selagi 6,5 thn.

Modus Penyelundupan

Kurang Lebih Oktober 2014, kata Pudji, Iron pergi ke Filipina atas suruhan Santoso dalam rangka membawa senjata & amunisi. “Semua dilakukan melintasi jurusan dari Kota Manado & melalui rute laut.”

“Beruntung Iron keburu tertangkap oleh Densus 88, maka pengiriman senjata yg ke 2 sanggup digagalkan,” sambung dirinya.

Pudji mengemukakan, rakitan senjata laras panjang yg diselundupkan Iron dibongkar, dulu dibungkus kardus & dimasukkan ke dalam karung.

Sedangkan amunisi & bahan peledak dimasukan ke dalam tas ransel yg dicampur bersama baju. Dulu, senjata tersebut disembunyikan di antara banyak barang penduduk sipil, yg diangkut memakai kapal barang dari Filipina.

“Senjata api & amunisi tersebut sudah sukses diamankan oleh Densus 88 kepada waktu kontak senjata, antara Satgas Anti Teror di Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kab Poso kepada 17 Agustus 2015,” beber Pudji.

Sementara anggota grup Anshorut Khilafah Filipina selaku terduga pemasok senjata jaringan Santoso di antaranya, pimpinan Anshorut Khilafah Abu Syarifah, Abu Fatas–asal Indonesia tapi telah lama di Filipina, Abu Shale selaku kurir transit.

“Untuk grup Anshorut Khilafah sesudah penangkapan Iron, sudah dibekuk oleh Kepolisian Filipina atas basic insformasi & kerjasama bersama Densus 88 Anti Teror,” pungkas Punji.

aduayam303

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *